125 Orang ASN di Beltim mengikuti Ujian Dinas dan Ujian Penyesuaian Ijazah

Sebanyak 125 orang Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Belitung Timur mengikuti Ujian Dinas dan Ujian Penyesuaian Ijazah di Ruang Ujian Komputer Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah, Jum’at (8/12).

Dari 125 orang tersebut, 83 orang ikut ujian dinas tingkat I (Golongan II.d ke Golongan III.a). Sedangkan untuk Penyesuian Ijazah S1 ke S2 satu orang, 36 orang ujian Penyesuian Ijazah SMA ke S1, Penyesuaian Ijazah SMP ke SMA 4 orang, dan satu orang Penyesuian Ijazah SD ke SMP.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD), Zikril mengungkapkan BKPPD sudah lama sekali tidak melaksanakan ujian dinas. Jika ada ASN yang akan naik pangkat dan harus ujian dinas maka diikutkan ke daerah lain yang mengadakan ujian.

“Terakhir kayaknya tahun 2013 kita ngadakan ujian dinas. Tahun 2017 ini karena banyak pegawai kita yang sudah harus ikut maka kita fasilitasi. Kalau cuman sedikit kita arahkan ke daerah lain,” ungkap Zikril.

Zikril menekankan dalam Ujian Dinas, BKPPD hanya sekedar memfasilitasi. Untuk pengawas ujian, soal dan pemeriksa hasil ujian dilakukan oleh tim dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VII Palembang.

“Ada 6 orang yang datang kesini. Merekalah yang nanti tes wawancara untuk ujian penyesuian ijazah dan hasilnya juga dari mereka. Cuman nanti kita yang umumkan,” jelas Zikril.

Mantan Kepala Satpol PP itu menyebutkan jika ujian akan dilaksanakan selama dua hari, dari Jum’at, (8/12) hingga Sabtu, (9/12). Hasil ujian akan diumumkan Senin, (11/12) mendatang.

“Hari ini satu orang yang tidak bisa ikut ujian. Kalau hasil Insyallah Senin sudah bisa diumumkan,” ujarnya.

Kepala Bidang Divisi Pengembangan dan Supervisi Kepegawaian BKN Regional VII Palembang, Deden Kurnaedi menjelaskan pelaksanaan ujian dinas layaknya ujian test masuk CPNS. Namun tidak menggunakan komputer (CAT), hanya lembar jawaban.

“Para peserta diberikan 120 soal multiple choice, dengan waktu pengerjaan 120 menit. Soalnya ada Pancasila, UUD 1945, logika dan lain-lain,” terang Deden.

Deden mengatakan selain ujian tertulis khusus untuk peserta yang ikut ujian penyesuaian ijazah maka akan ada tambahan tes wawancara.

“Kita ada tes wawancara. Malah untuk penyesuaian dari ijazah SMA ke S1 dan S1 ke S2 diminta membuat makalah dan harus mempresentasikannya,” terang Deden.

Saat ditanya apakah ujian hanya formalitas, Deden langsung membantah. Ia menyebut sudah banyak yang tidak lulus, jika nilai yang didapat tidak sesuai standar.

“Minimal harus dapat rata-rata 6 cukup, di bawah itu tidak lulus harus ikut lagi. Biasanya ada yang gagal di bidang pancasila disana harus dapat scornya minimal 7,00,” jelasnya.

Se-Provinsi Bangka-Belitung, tahun ini hanya Kabupaten Beltim yang mengadakan ujian dinas. Selain diikuti oleh pegwai dari Pemkab Beltim, Ujian Dinas juga diikuti oleh 39 ASN dari Kabupaten Belitung dan Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung.

Sumber: 
www.billitonesia.com
Penulis: 
Diskominfobeltim
Fotografer: 
hamdani/BKPPD Kab. Beltim