MENAGIH JANJI JABATAN FUNGSIONAL DI LINGKUNGAN BIROKRASI

KONSEP DASAR MANAJEMEN SDM

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah serentak telah kita lalui bersama sebagai bagian dari proses berdemokrasi untuk memilih pemimpin baru di daerah. Terlepas dari segala dinamika yang ada dalam pelaksanaan Pilkada tersebut, masyarakat Indonesia mendambakan pelayanan prima dari pemerintah di segala aspek kehidupan. Untuk itu pemerintah wajib memfasilitasi hal tersebut agar negara ini berjalan sesuai dengan tujuan bernegara yang pada akhirnya dapat mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

Secara konseptual, terdapat dua variabel penting yang harus diperhatikan oleh pemerintah dalam upaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yaitu sistem dan personal. Namun, dari kedua variabel tersebut yang pertama dan utama adalah variabel personal atau lebih dikenal dengan aspek Sumber Daya Manusia. Logikanya, SDM yang kompeten dapat menciptakan sistem yang hebat, dan sistem yang hebat akan tidak optimal bila dilaksanakan oleh SDM yang tidak mumpuni.

Berbagai literatur tentang teori manajemen sumber daya manusia telah dikemukakan oleh para ahli baik yang berasal dari luar negeri maupun dalam negeri. Sebut saja Mifthah Thoha dan Sofian Effendi yang merupakan Guru Besar dari Universitas Gadjah Mada serta Prijono Tjiptoherijanto dan Eko Prasojo yang merupakan guru besar di bidang ilmu administrasi publik dari Universitas Indonesia.

Seluruh teori yang dikemukakan oleh pada pakar tersebut di atas memiliki kesamaan pandangan pada suatu pernyataan yang mengarahkan pada suatu kesimpulan akhir yaitu manajemen sumber daya manusia semestinya mengarahkan terciptanya  organsiasi yang miskin struktur dan kaya fungsi. Struktur organisasi seramping mungkin, tapi fungsinya dioptimalkan sehingga diperlukan sumber daya yang memiliki keahlian dan keterampilan tertentu. Semakin banyaknya tugas pelayanan publik yang memerlukan keahlian khusus, menuntut pemerintah mengambil langkah yang tepat untuk menata kembali penguatan Aparatur Sipil Negara  dalam Jabatan  Fungsional.

Terminologi Jabatan Fungsional dapat diartikan sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu. Pertanyaannya adalah apakah Jabatan Fungsional di Lingkungan Birokrasi itu penting ?. Untuk menjelaskan pentingnya jabatan fungsonal di lingkungan birokrasi, dapat dicontohkan beberapa fenomena yang terjadi di lingkungan masyarakat berikut ini. Mari kita mencari jawaban dalam diri kita masing-masing. siapakah orang yang mendidik kita sehingga mampu membaca, menulis, dan berhitung di sekolah?. Siapakah yang pertama kali memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakan lalu lintas ketika pertama kali korban tiba di UGD ?. Siapakah yang memberikan pelayanan kesehatan ibu hamil di pedesaan ?.      

Orang yang mendidik kita di sekolah adalah Guru. Orang yang pertama kali memberikan pertolongan di UGD adalah Dokter dan Perawat. Orang memberikan pelayanan kesehatan ibu hamil di pedesaan adalah Bidan Desa. Guru, Dokter, Perawat, dan Bidan Desa adalah beberapa contoh Jabatan Fungsional yang secara nyata memberikan pelayanan langsung kepada masayarakat. Fakta ini sudah menjadi bagian keseharian kita semua. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa Jabatan Fungsional adalah pasukan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jabatan fungsional adalah ujung tombak pemerintah yang bersentuhan langsung untuk mengatasi permasalahan masyarakat. 

 

 

Sumber: 
-
Penulis: 
Hanafi, SE., M.Si - PNS Pemkab Belitung Timur
Editor: 
-
Fotografer: 
-